Webi, Emaili, Wiki

Webi Amalia Kirana
Webi Amalia Kirana

Anak-anakku, saat pertama kali engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan bundamu. Sebagai bukti bahwa aku dan bunda tidak tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tetapi,......... seiring waktu. Ketika engkau suatu kali telah mampu berkata : "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik bundamu nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta bundamu. Engkau adalah milik Allah, tidak ada hak ku untuk menuntut pengabdian darimu Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya kepada Allah

Emaili Iranda Faeyza
Emaili Iranda Faeyza

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa sebenarnya engkau. Dan dalam waktu panjang dimalam-malam sepi, kusesali kesalahanku ini sepenuh-penuh air mata dihadapan Allah. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku. Sejak saat itu nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena-Nya, bukan karena kau dan bundamu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tetapi agar engkau dikagumi dan dicintai oleh Allah SWT.


Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Allah tak kenal lelah dan berhenti. Nak, berhenti berarti mati, inilah kata-kataku setiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.Inilah usaha terberatku nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Allah. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah, agar perjalananmu mendekatinya tidak terlalu sulit. Kemudian, kitapun melalui perjalanan ini berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam atau lumpur hitam. Aku hanya menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain, agar dapat kau rasakan perjalanan rohani yang sebenarnya.

Wiki Bintang Alfatih
Wiki Bintang Alfatih

Akhirnya nak,..

Kalau nanti kita semua manusia dikumpulkan dihadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari-Nya. Aku akan ikhlas, karena seperti itulah aku didunia. Tetapi, kalau aku boleh berharap aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah. Aku akan bangga nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya....

Dari Ayah yang senantiasa merindukanmu....

Pin It